Bogor – Suasana khidmat dan penuh kegembiraan menyelimuti keluarga besar SMP dan SMA Imam Syafi’i selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 2026. Para siswa mengamalkan ilmu saat di luar pesantren, berikut adalah rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh santri dalam pengabdian tanpa batas kepada umat.
Menanamkan Empati dan Kepedulian Nyata
Pendidikan karakter di Imam Syafi’i terbukti melampaui batas dinding kelas. Hal ini ditunjukkan oleh Rakha (Kelas 12) dan Rangga (Kelas 10) saat perjalanan wisata di kawasan Hutan Halimun Salak. Dengan inisiatif tinggi dan rasa empati yang mendalam, keduanya langsung turun tangan membantu menolong sebuah mobil yang terjebak masuk ke dalam parit. Aksi spontan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya respons positif santri terhadap keadaan di sekitar mereka, mencerminkan nilai kemanusiaan yang diajarkan di sekolah.
Dakwah Inklusif di Berbagai Lapisan Masyarakat
Ramadhan tahun ini juga menjadi momentum santri untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Pengabdian di Lapas & Komunitas Marjinal, Ananda Faqih (Kelas IIA) dengan penuh dedikasi menjadi Imam Tarawih bagi para Narapidana di Lapas Bogor serta memimpin sholat bagi komunitas anak PUNK di Bogor.
Khidmah di Masjid-Masjid. Santri juga bertugas sebagai Imam Tarawih di Masjid Al Mujahidin, Vila Surya Jaya, Cileungsi, serta rutin mengimami sholat wajib, Tarawih, dan pengisi Kultum di Masjid Syekh Sulaiman AS-Saro.
Syiar Luar Kota: Ananda Gibran berkesempatan meluaskan syiar dengan mengisi pengajian di Majalengka.
Gema Takbir di Malam Kemenangan
Puncak ibadah ditutup dengan khidmat pada malam Idul Fitri melalui Ananda Taufiq yang tampil memimpin takbiran di masjid. Gema takbir yang dipandu oleh santri ini menandai berakhirnya bulan suci dengan penuh rasa syukur dan kemenangan.
Membangun Karakter Robbani
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum praktik lapangan untuk mengasah jiwa kepemimpinan (leadership), kemandirian, dan empati sosial. Di samping aksi eksternal, santri juga mencapai capaian luar biasa dalam ibadah personal seperti Itikaf sepuluh malam terakhir, tadarus, hingga membantu pekerjaan orang tua di rumah selama liburan.
Sebagai penutup, sekolah menyelenggarakan Halal Bihalal untuk mempererat tali silaturahmi. Kepala Sekolah berharap pengalaman berharga ini membentuk karakter santri yang kokoh, memiliki empati tinggi, dan senantiasa menjadi pelita bagi umat di masa depan.