Tags: kurikulum islami mitra pendidikan orang tua parenting islami pembentukan karakter anak pendidikan anak pendidikan usia dini pola asuh anak sekolah karakter sinergi sekolah dan orang tua tips parenting TKIT HASMI
BOGOR – Memilih sekolah terbaik untuk buah hati tentu menjadi prioritas setiap orang tua. Namun, tahukah Ayah dan Bunda bahwa peran sekolah sebenarnya bukanlah yang utama dalam pembentukan karakter anak?
Dalam sebuah seminar edukasi baru-baru ini, TKIT HASMI kembali mengingatkan pesan mendalam dari Dr. Khalid Asy-Syantut, pakar pendidikan terkemuka dari King Abdul Aziz University, Jeddah. Beliau mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai proporsi keberhasilan pendidikan anak:
60% ditentukan oleh peran Orang Tua (Ayah dan Ibu).
20% dipengaruhi oleh Lingkungan sekitar.
20% sisanya barulah peran Sekolah.
Mengapa Peran Orang Tua Begitu Dominan?
Dr. Khalid menekankan bahwa rumah adalah madrasah pertama. Sebelum anak mengenal dunia luar atau duduk di bangku kelas, orang tualah yang pertama kali menanamkan fondasi ilmu, adab, dan akhlak. Bahkan, tanggung jawab pengawasan ini idealnya berlangsung terus-menerus secara bertahap hingga anak memasuki jenjang pernikahan.
Komitmen TKIT HASMI
Sebagai mitra pendidikan, TKIT HASMI menyadari bahwa sekolah hanyalah pemegang porsi 20%. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus mendidik siswa di kelas, tetapi juga aktif membangun sinergi dengan orang tua.
“Kami percaya bahwa sekolah adalah pendukung, namun Ayah dan Bundalah arsitek utama karakter anak. Dengan porsi 60% yang ada di rumah, kolaborasi yang kuat antara guru dan orang tua menjadi kunci kesuksesan dunia akhirat bagi sang buah hati,” ujar perwakilan manajemen TKIT HASMI.
Melalui pendekatan ini, diharapkan para orang tua semakin bersemangat dalam mendampingi tumbuh kembang anak di rumah, sementara sekolah memastikan sisa 20% tersebut berjalan dengan kurikulum islami yang berkualitas.